Nasib Buat Program di Sekolah …?????

Lampu baru idup … siap-siap sinkron server UNBK. Tapi sedikit nulis dulu ah …. maaf nih kacau balau tulisannya. Sekedar luapan perasaan di blog sendiri, walaupun di publish ke FB he..he….

Ketika kita bersentuhan dengan IT, seolah kita sebagai “superman” dalam segala hal. Termasuk mensukseskan pekerjaan orang lain atau bidang lain. Walaupun tidur kurang tapi tuntutan tetap ada. Susah memang berbicara dengan yang tidak mau tahu dan tidak mau mengerti, karena kelihatannya nyantai seperti gak ada kerjaan. Apa perlu setiap kerja itu dipamerkan lewat group FB atau WA seolah kita paling aktif. Saya kutip beberapa bagian dari http://candra.web.id alasan untuk berhenti ngutak-atik program dengan ada tambahan dan perubahan berdasar pengalaman di sekolah:

1. Menjadi Budak !

Harus siap dikejar-kejar waktu, bahkan siap dengan penilaian apapun yang mengenai kita, padahal dibandingkan dengan resiko kesehatan uang yang didapat tidak seberapa atau bahkan harus rela seperti ……… menunggu yang belum pasti. Padahal kita udah mati-matian mengerjakannya diluar jam sekolah.

2. terus menerus belajar 

Jika anda jadi programmer , anda harus lebih lebih hebat dari superman. Pekerjaan superman aslinya cuma wartawan, dan kemampuan supernya sudah ada secara default dari lahir, sedangkan jika anda jadi programmer, anda harus mendapatkan “kekuatan super” anda sedikit demi sedikit, dan jangan dikira anda hanya balajar bahasa pemrograman saja itu cukup, anda harus belajar apapun yang diminta client, misalnya anda membuat program untuk bank, anda harus belajar perbankan, penjualan, anda harus berpikir sebagai penjual, membuat program perhitungan nuklir, anda harus paham rumus nuklir, apapun yang diminta oleh client atau bos anda, artinya anda siap  jadi apa saja.

sebagai contoh real anda adalah programmer web dengan php, dulu anda cukup bisa php mysql, sekarang itu saja ga cukup, anda harus menguasai ajax, Jquery, json, xml, web API,framework, cloud dan segudang istilah teknis yang keluar hampir tiap hari!, muntah deh pokoknya!

3. berpikir 24 jam nonstop

Anda pikir programmer (terutama programmer yang kerja di kantor) hanya berpikir selama 8 jam sehari? tidak, apalagi programmer freelance, Programer berpikir 24 jam nonstop, saat makan, saat di Wc bahkan saat sholat anda masih memikirkan program yang tadi ga jalan, dan “BINGO” setan memberi tahu kesalahan atau solusi  persis saat anda berusaha khusuk dalam sholat. Kalau sudah akut, bahkan mimpi anda juga berisi code program yang anda begitu senangnya bahwa program selesai dibuat tapi saat bangun, weeeh…programnya masih error!

Sekedar luapan perasaan aja, biar keluar ngurusin kerjaan lepas dan bebassss.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s