Ketika Siswa Bertanya ……..?????

LATAR BELAKANG

Dalam aktivitas disekolah, hubungan antara guru dan murid perlu dijaga, namun terkadan kita kemungkinan menemui siswa yang biasa mengajukan pertanyaan atau sanggahan atas penjelasan atau nilai yang didapat oleh siswa. Bagaimanakah ketika hal itu terjadi pada diri kita ? kiranya perlu disikapi dengan baik tanpa meninggalkan kesan yang tidak baik dalam benak siswa. Mengapa demikian kita kaji berdasarkan teori (wah …. rada edeg ngalebetkeun teori), sekedar pertimbangan, silahkan memberikan tambahan lagi teori pada comment agar pandangan kita luas, berfikir dan bertindak luwes.

LANDASAN TEORI

Kebutuhan Dasar Manusia

Menurut Maslow dalam Prasastono (2012:35) menjelaskan bahwa manusia membutuhkan beberapa aspek di bawah ini:

  1. Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan untuk mempertahankan hidup, yang meliputi: kebutuhan makanan, pakaian, perumahan dan fasilitas-fasilitas dasar lainnya yang berguna untuk kelangsungan hidup.
  2. Kebutuahan keamanan : lingkungan kerja yang bebas dari segala macam bentuk ancaman, keamanan jabatan atau posisi, status kerja yang jelas, keamanan penggunaan peralatan.
  3. Kebutuhan sosial adalah kebutuhan akan perasaan diterima orang lain di tempat kerja, interaksi dengan rekan kerja, kebebasan melakukan aktivitas sosial, kesempatan yang diberikan untuk menjalin hubungan yang akrab dengan orang lain.
  4. Kebutuhan penghargaan yaitu kebutuhan akan penghargaan dari orang lain atas hasil kerja yang dicapai, akan mempengaruhi hasil kerja guru. Penghargaan yang dimaksudkan adalah pemberian penghargaan atau reward, mengakui hasil karya individu.
  5. Kebutuhan aktualisasi diri : kesempatan dan kebebasan untuk merealisasikan cita-cita atau harapan individu, kebebasan untuk mengembangkan bakat atau talenta yang dimiliki.

kaitanya siswa perlu kebutuhan sosial dan jalinan keakraban dengan sesama maupun guru dengan sikap keterbukaan. Siswa perlu penghargaan dan juga aktualisasi diri. Begitu juga dengan guru memerlukan hal demikian, dibuktikan dengan memberikan hukuman siswa yang tidak mengejakan PR dan lainnya.

Profesionalisme

Menjadi guru tidak semata-mata melalui jalur pendidikan formal. Faktor internal yang ada di dalam diri seseorang juga mempengaruhi kesuksesan orang menjadi guru. Kesuksesan bukan dalam arti kaya secara duniawi, melainkan kesuksesan karena ia benar-benar menjadi seorang guru yang berkualitas (profesional) ditinjau dari berbagai aspek. (http://www.bpkpenabur.-or.id /files/Hal.98-) kata kunci pengertian mutu, yaitu: sesuai standar (fitness to standard), sesuai penggunaan pasar/pelanggan (fitness to use), sesuai perkembangan kebutuhan (fitness to latent requirements), dan sesuai lingkungan global (fitness to global environmental requirements) (http://www.puskur.net/download/sinopsis-kompetensi-guru.pdf)

Asumsi yang mendasari pendidikan guru menurut Hamalik (2008:103) menurut Hamalik (2008:103) sebagai berikut:

  1. Pengetahuan, keterampilan, dan moral yang ada dalam kebudayaan harus diajarkan secara sistematik. Asumsi ini menuju ke konsep motivasi dan pengajaran.
  2. Pertumbuhan alami yang berkembang secara bebas tak dapat dipisahkan dari bakat individu. Asumsi ini berkenaan dengan konsep, bahwa guru perlu bekerja hanya pada suasana, material, dan kondisi yang relevan dengan individu yang bersangkutan.

PENUTUP

Pengalaman yang pernah ditemui, ketika mengajar di MTs/MA GUPPI daerah Pisang Baru Kec. Bahuga Kabupaten Way Kanan pada Tahun 1998-2000, pernah menghadapi siswa yang bertanya diluar materi, ketika dialihkan pun terus mengejar sampai keluar kelas, apakah hal ini tidak perlu dilayani ? apapun kondisinya tetap saya jelaskan dengan tenang apa yang menjadi pertanyaan siswa. Begitu juga dengan nilai ketika mengajar di SMA Sentosa Bhakti Baturaja antara tahun 2005-2010, yang akhirnya saya tunjukkan bukti pencapaian yang mereka capai. Kesimpulan yang dapat saya ambil dari teori yang singkat dan sederhana itu bahwa kita perlu memberi tanggapan yang baik ketika siswa bertanya ataupun protes tentang hal-hal yang berkaitan dengan dirinya masing-masing.

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s