Ujian Akhir Matrikulasi Pengantar Pendidikan

1.    Pendidikan merupakan hak yang harus didapatkan oleh setiap insan terlepas dari golongan ekonomi bawah, menengah dan atas. Menurut Prof. Sudarwan Danim bahwa human invenstment merupakan penanaman modal yang sangat signifikan dalam hidup. Ada beberapa aspek yang menyebabkan kesenjangan dalam pendidikan sebagai berikut.

  1. Pendidikan tidak ada yang gratis, sekecil apapun pengorbanan untuk mendapatkannya dapat diaktegorikan kedalam bentuk biaya untuk membayar nilai yang akan didapatkan. Saat ini dengan “janji politik sekolah gratis”, sehingga menjadikan hal yang kontroversial di daerah, hal ini berkaitan dengan operasional sekolah negeri, dimana jumlah dana yang diterima tergantung dari jumlah siswa yang ada. Seharusnya pendidikan murni berdiri jauh dari sentuhan para politisi.
  2. Perhatian pemerintah yang kurang, memang tidak dapat 100% menyalahkan pemerintah, karena sebagai negara kepulauan sulit untuk mengakses seluruh pelosok negeri. Tetapi pemberdayaan pemerintah daerah dapat dioptimalkan, seperti gagasan Indonesia Mengajar oleh Dr. Anis Baswedan.

 

Pendidikan sebagai hak individu tertuang dalam:

 

  1. Pembukaan UUD 1945
  2. Pasal 30 dan 31 UUD 1945

 

2.    Lima azas yang dapat digunakan dalam landasan antropologis sebagai berikut.

 

  1. Animal Rationale, Meminjam istilah milik Aristoteles bahwa manusia adalah Animal Rationale, dimana manusia adalah hewan yang memiliki akal dan budi yang dapat berfikir dan mengambil tindakan. Menurut Imam Al-Ghazali dalam Bukunya Ihya ‘Ulumuddin mengatakan bawah manusia adalah hewan yang dapat berbicara, yang membedakannya adalah akal.
  2. Animal Sysbolicum, manusia hidup tidak terlepas dari lingkungan sekitarnya, setiap gerak manusia untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana dia tinggal merupakan suatu contoh bahwa manusia memiliki gerak simbolis, suatu gerak yang dapat menghasilkan kebudayaan dari interaksi yang antara manusia dengan lingkungannya
  3. Homo Faber, manusia ketika berinteraksi dengan lingkungannya memerlukan alat dikala memenuhi kebutuhan hidupnya, alat-alat yang ditemukan hasil pemikiran ketika berinteraksi dengan lingkungan merupakan suatu esensi dari pengertian aspek ini.
  4. Homo Sapiens, timbulnya budaya dan peralatan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia itu sendiri, karena manusia sebagai makhluk yang cerdas dan bijaksana, sehingga dapat dididik  dan diarahkan kearah yang positif
  5. Homo Socius, manusia sebagai makhluk sosial yang memerlukan teman, berkumpul membentuk masyarakat dan membangun budaya dalam koloninya.

 

Berdasarkan penjelasan di atas, secara gamblang telah dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali seorang Hujjatul Islam, mengatakan bahwa manusia terdiri dari 3 aspek yaitu fikriyah (pemikiran/penalaran), jasadiah (jasmani), qalbiyah (Jiwa), pemikiran dapat ditingkatkan dengan mengikuti pendidikan, aspek jasmani akan sehat dengan diberikan makanan yang sehat dan halal, untuk jiwa adalah dengan mendekatkan diri dengan pencipta.

 

3.    Benar jika pendidikan harus berakar dari nilai-nilai agama, hal ini seperti yang dijelaskan dalam Pasal 2 Undang-Undang R.I No. 20 Tahun 2003 bahwa: “Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945”.

Sila pertama dalam Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, sehingga nafas dan langkah masyarakat Indonesia dalam setiap lini seyogyanya berakar dari nilai-nilai agama.

 

4.    Keluarga merupakan komponen terkecil dalam masyarakat, dimana pendidi-kan pertama anak didapatkan disana sejak dari kandungan. Lingkungan kedua yang dienal anak adalah msyarakat sekitar, mereka mulai belajar dan bersosialisasi dengan teman seusianya, atau disebut pendidikan informal.

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang bertujuan mendidik dan mencerdaskan anak bangsa. Keluarga dan masyarakat sebagaimana tertera dalam UU No. 20 Tahun 2003 pada pasal  7  ayat 1 dan 2 dijelaskan bahwa orang tua berperan serta dalam memilih satuan pendidikan dan memperoleh informasi tentang perkembangan pendidikan anaknya. Pada Pasal 8 dan Pasal 9 menjelaskan bahwa masyarakat berperan sebagai perencana, pelaksanaan, pengawasan dan evalusi program pendidikan. Selain itu Msyarakat juga berkewajiban memberi dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan

 

Kesimpulan: Keluarga, Sekolah dan Masyarakat disebut sebagai lingkunagn pendidikan karena mereka harus bersinergi untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

 

 

5.    Nasionalisme pada masa penjajahan adalah dengan melawan dan mengusir penjajag dari negeri ini, walaupun pada awalnya masih bersifat kedaerahan, diawali dengan lahirnya gerakan budi oetomo sebagai awal penyiagaan perjuangan dan seterusnya berkembang berbagai kelompok pemuda, yang digalang akhirnya pada tanggal 28 Oktober 1928, yang menyatakan berbangsa satu, berbahasa satu Indonesia dan dinyanyikannya Lagi Kebangsaan Indonesia Raya.

Awal perjuangan mengisi kemerdekaan dimulai sejak proklamasi kemerdekaan oleh Soekarno-Hatta, berbagai teknik kepemimpinan yang digunakan Soekarno untuk memajukan Indoensia yang menelan korban adalah konsep dari NASAKOM (Nasionalis, Komunis dan Agama). Awal perjuangan sebagai bahan percobaan, sampai saat ini terus bergulir ke bidang pendidikan.

Nasionalisme yang seyogyanya diajarkan pertama kali di kelas adalah penggunaan Bahasa Indonesia, karena bangsa identik dengan Bahasa. Sampai sejauh pengamatan awam dengan berbagai standarisasi pendidikan yang diterapkan, Ujian Nasional merupakan proses yang pemaksaan yang berorientasi pada nilai, sehingga wajar korupsi pun marak karena standar pendidikan hanya sebatas kognitif tanpa dikendalikan oleh hati dan etika pada diri manusia, budaya malu bangsa timur sudah bergeser karena tuntutan tiga faktor perut, bawah perut dan atas perut.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s