Review 3 Strategi Memajukan Pendidikan

Sudah beberapa hari alpa ngisi blog, keluyuran dan bertemu dengan artikel di kompas mendikbud menyampaikan 3 strategi memajukan pendidikan secara singkat sebagai berikut:

  1. Strategi pertama adalah meningkatkan wajib belajar dari sembilan tahun menjadi 12 tahun melalui pendidikan menengah universal. Target dari program ini adalah meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) sekolah menengah menjadi tidak kurang dari 97 persen
  2. Strategi kedua adalah meningkatkan akses ke pendidikan tinggi yang mengacu pada Undang-Undang No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Dalam undang-undang itu disebutkan pemerintah wajib menyelenggarakan sedikitnya satu akademi komunitas di setiap kabupaten dan setidaknya ada satu universitas dan politeknik di tiap provinsi.
  3. Strategi ketiga adalah merevisi kurikulum untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Kurikulum baru ini disusun untuk menyiapkan peserta didik menguasai keterampilan di abad 21 yang mengedepankan kreativitas dan keberanian melakukan inovasi.

suatu pola pemikiran yang baik jika dapat dilaksanakan dengan benar, terkadang untuk masuk suatu SMA saja banyak tuh titipan dari si A, si B. Terkadan mereka memiliki jabatan tertentu, sedangkan masyarakat lainnya gmana ?. selanjutnya pernyataan dari menteri:

“Di kurikulum baru ini, siswa harus aktif terlibat dalam mengamati, bertanya, mengasosiasikan, dan melakukan eksperimen. Harapannya siswa dapat mengasah kreativitasnya,”

untuk terlibat dalam mengamati dan lain sebagainya diperlukan sarana yang memadai, apabila diperhatikan di lapangan untuk laboratorium komputer saja terkadang morat-marit, karena saya pribadi mengajar TIK,  belum untuk sarana lainnya. Harapan guru di daerah seperti saya paling tidak melengkapi sarana sebatas minimal saja sudah cukup berikut pemeliharaannya.

Terkadang ada bantuan dari pihak tertentu untuk sekolah, kepentingan sarana untuk prose pembelajaran terkalahkan untuk kepentingan lainya, yang padahal sebagian dari alat tersebut penggunaannya tidak rutin, atau digunakan untuk main game. Hal seperti ini alangkah lebih bermanfaat digunakan dan diberdayakan untuk proses pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s