SOAL UN BER-BARCODE VS KECURANGAN

Cukup bagus inovasi yang dilakukan oleh kemdikbud, khususnya bagian penelitian dan pengembangan. Hal tersebut untuk mengurangi kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional. Semejak Ujian Nasional dibuat sebagai standar kelulusan siswa untuk menuntaskan suatu jenjang pendidikan, saya menyimpulkan beberapa aspek:

  1. Sekolah berusahaa untuk mempertahankan kesan yang selama ini telah ternama di masyarakat, jika banyak siswa tidak lulus, apa kata dunia ……….?????? apalagi bagi sekolah negeri yang memiliki merk seperti sekolah unggulan dan lain-lainnya, memiliki kelas prestasi dan sebagainya ……… hal ini menjadi beban moral pada lingkungan.
  2. Untuk sekolah swasta, jika mayoritas siswa tidak lulus artinya siap-siap untuk mati secara perlahan.

Hal ini yang menjadi motivasi untuk “memberikan bantuan” dalam menjawab soal Ujian Nasional. Pada kompas.com tujuan penggunaan barcode untuk menghindari kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional, yang menjadi pertanyaan

teknologi apa yang dapat menghalangi niat manusia ?

jika diniatkan baik mungkin tidak memakai barcode saja cukup,  barcodenya disimpan didalam hati dan pikiran yang tidak menghalalkan segala cara untuk mencapai suatu tujuan. Kembalikan penilaian kepada sekolah masing-masing yang secara langsung mendidik selama 3 tahun dengan tidak melihat pekerjaan orang tua dari siswa tersebut.

2 thoughts on “SOAL UN BER-BARCODE VS KECURANGAN

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s