Protein Bisa Jadi Terapi Baru Perangi Obesitas

Diet dan olahraga dianggap sebagai cara manjur untuk bisa tetap langsing dan ramping. Dan tim peneliti internasional telah menemukan pemicu biologis yang bisa membuka jalan untuk membantu individu untuk mengatasi obesitas.

“Dalam banyak kasus, obesitas disebabkan lebih dari sekadar makan terlalu banyak dan kurang olahraga. Sesuatu di dalam tubuh berjalan dengan rusak, yang menyebabkan ia menyimpan lebih banyak lemak dan membakar energi lebih sedikit,” kata peneliti dari Sanford-Burnham Medical Research Institute, dalam pernyataannya seperti dikutip dari redOrbit, Senin (14/1/2013).

Para ahli percaya, pelakunya adalah protein yang disebut sebagai ps62. Ketika ps62 hilang di jaringan lemak, sistem keseimbangan metabolisme seseorang berubah, yang menyebabkan tubuh memblokir apa yang disebut dengan jaringan adiposa cokelat (BAT) yang ‘baik’, yang medukung jaringan adiposa putih (WAT).

“Tanpa p62, Anda membuat banyak lemak tapi tidak terbakar, dan tubuh berpikir perlu menyimpan energi,” kata Dr. Jorge Moscat, seorang profesior di Institut.

Menurut peneliti, seseorang yang tidak memiliki ps62 di tubuhnya mengalami obesitas, diabetes, yang sedikit mengeluarkan energi, dan memiliki sindrom metabolik.

Temuan yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Investigation (JCI), menunjukkan tidak adanya protein dapat menyebabkan obesitas, meskipun tikus itu tidak memilikinya di seluruh tubuh.

“Beberapa peneliti percaya bahwa jaringan otot, di mana energi dikeluarkan, mengontrol obesitas. Lainnya menduga hati sebagai pemain kuncinya, atau pusat kendali nafsu makan di otak yang paling bertanggung jawab untuk obesitas,” kata Institut.

“Tapi kemudian ada lemak itu sendiri – baik lemak putih dan lemak coklat. Lemak putih adalah jenis yang kita anggap sebagai lemak tubuh yang tidak diinginkan. Lemak coklat, adalah yang menguntungkan karena membakar kalori”.

“Banyak peneliti sekarang percaya bahwa lemak coklat malfungsi dalam obesitas, tetapi rinciannya tidak jelas,” tambah peneliti.

Moscat dan rekannya menentukan jaringan tertentu yang bertanggung jawab untuk obesitas ketika ps62 hilang.

Para peneliti membuat beberapa modeltikus yang berbeda, masing-masing kehilangan ps62 pada sistem organ tertentu, seperti sistem pusat saraf, hati, dan otot.

Dan dalam setiap kasus, tikus itu normal. Tikus-tikus ini ternyata tidak obesitas seperti tikus yang tidak memiliki ps62.

Menurut Moscat, penemuan ps62 dalam jaringan lemak cokelat bisa mendorong, karena jaringan lemak lebih mudah diakses pada bagian tubuh dan menjadi terapi obat yang potensial”

sumber: liputan6

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s