Yuk buat istana dalam kenyataan ….. !!!

Pendidikan terus menerus menjadi hal yang selalu diperbincangkan pada setiap saat, wacana saat ini mengenai akan berubahnya kurikulum sudah menyebar dengan cepat. Selain itu persiapan Ujian Nasional yang akan dibuat 20 soal yang berbeda dan hal-hal lain yang tersebar dimedia massa.

Tertarik dengan amanat mendikbud yang dikutip di Republika.co.id Menteri Pendidikan M. Nuh menyatakan bahwa “Pendidikan” merupakan sistem rekayasa sosial terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan, keharkatan dan kemartabatan suatu bangsa. Dan Guru, merupakan tonggak utama dalam dunia pendidikan.¬†Akan tetapi, masih ada ruang yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan kualitas dari aspek peranan guru. Empat aspek tersebut meliputi, (1) kompetensi dalam pemahaman substansi bahan ajar, (2) pedagogi, (3) kompetensi kepribadian, (4) kompetensi sosial. Selain hal tersebut, seorang guru dituntut untuk mematuhi kode etik guru dan prinsip-prinsip pofesonalitas sesuai dengan amanat perundang-undangan Indonesia

DISKUSI

Untuk mencapai 4 kompetensi di atas diperlukan suatu sikap yang serius dari pribadi guru tersebut, guru perlu bertafakkur mengapa menjadi guru? apa tujuan menjadi guru ? dan pertanyaan lain yang hanya dijawab oleh diri pribadi masing-masing. Selain itu seperti postingan terdahulu tentang mengajar dan mendidik, guru terus mengejar kekurangan jam dalam mengajar.

Ketercapaian jam mengajar sesuai dengan tuntutan dari aturan yang ada, menyebabkan terporsirnya tenaga untuk meningkatkan kemampuan lainnya. Hal ini akan mempersulit guru dalam mengembangkan kreatifitasnya, untuk itu perlu ditinjau kembali beban mengajar guru perminggu.

Pelaksanaan Ujian Nasional selayaknya seperti yang dilakukan di Finlandia hanya untuk mengetahui tingkat ketercapaian antar sekolah, hasil tidak dipublikasikan. Jika tujuannya seperti itu, saya yakin tidak ada guru yang keberatan, selama UN menjadi alat untuk menilai kelayakan siswa dalam menuntaskan pendidikan menengah, maka proses pendidikan akan stagnan. Sebagai tenaga pengajar di daerah mari kita untuk mempertimbangkan kelayakan UN sebagai syarat kelulusan, karena “siluman-siluman” dadakan akan turun gunung untuk membantu pelaksanaan UN di sekolah-sekolah.

Mari kita wujudkan teori yang diutarakan mendikbub dalam kenyaataan agar istana yang indah itu dapat kita masuki secara nyata, tidak menghayalkan bangunan yang indah tapi kita hidup dan mengelilinginya diluar istana tersebut

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s