ANAK DAN INTERNET

Internet sudah merupakan suatu kebutuhan bagi mayoritas orang, baik itu untuk menunjang pekerjaan ataupun mencari informasi. Bahkan siswa menggunakan internet untuk membantu menuntaskan tugas-tugas sekolah mereka. Selain mencari hal-hal tersebut, diwaktu senggang terkadang mereka mengakses situs jejaring sosial facebook.

di Indonesia termasuk pengguna Facebook terbesar di Asia Tenggara. Dari sekitar 246 juta penduduknya (2011), 55 juta penduduk telah menggunakan internet (2011) dan 43,5 juta di antaranya memiliki akun di Facebook. Batasan usia untuk dapat memiliki akun di facebook adalah 18 tahun. Namun masih banyak saja anak dibawah umur sudah memiliki akun di facebook, dengan alasan tidak gaul atau ada rasa gengsi jika anaknya belum tahu dengan facebook.

Di China, akses internet itu dibatasi, kita enggak boleh akses Facebook karena khawatir ada penjualan manusia. Tapi warga kita sudah tidak bisa dibendung lagi, orangtua juga kadang pasrah atau sebagiannya sengaja memberi kebebasan anaknya untuk memiliki akun di Facebook, padahal orangtua tahu pada batasan umur berapa anak boleh memiliki akun tersebut,” ujar pengajar di Bagian Psikiatri Fakultas Kedokteran UKRIDA, Jakarta, Rabu (31/10/2012)

Perhatian bagi orang tua, kejahatan sudah merambah ke dunia maya melalui fasilitas jejaring sosial, perlu adanya kontrol dari orang tua.

Anak tidak menyadari ancaman bahaya ini karena para pelaku kerap memalsukan identitas terutama pada bagian usia. Hal ini mengemuka dalam konferensi internasional tentang “Kejahatan Seksual terhadap Anak secara Online”, Selasa (30/10/2012), di Jakarta.

Contoh-contoh foto tersangka pelaku kejahatan seksual anak dipaparkan Jeff Wu dari bagian Law Enforcement Relation Lead di Facebook Asia Pasifik dalam konferensi.

Khusus di Indonesia, ada enam foto laki-laki tersangka pelaku berusia antara 30-45 tahun yang telah teridentifikasi sebagai pelaku dan diselidiki sejak 1,5 tahun lalu. Hasil penyelidikannya pun telah dilaporkan ke kepolisian RI, tetapi belum ada tindak lanjutnya.

“Pelaku kerap berpindah-pindah ke negara lain sehingga butuh waktu untuk melacak mereka, tetapi kami tetap bisa lacak dan ikuti sepak terjangnya. Enam tersangka itu masih beredar di Facebook dengan nama yang berbeda-beda,” kata Wu.

Sumber:

  1. http://edukasi.kompas.com/read/2012/10/31/12553114/Media.Sosial.Tidak.Aman.bagi.Anak.
  2. http://edukasi.kompas.com/read/2012/11/01/16050770/Orangtua.Kunci.Solusi.Kejahatan.Online.pada.Anak

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s