ANTARA INFORMASI DAN PORNOGRAFI

17.  Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan,

18.  Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?

19.  Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?

20.  Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?

Berdasarkan ayat Al-Qur’an Surat Al-Ghasyiah ayat 17-20 di atas yang mempertanyakan bagaimana Allah menciptakan unta dan seterusnya. Ayat tersebut turun di Mekkah sekitar tahun 610 Masehi, bagi orang Arab, unta adalah binatang yang menakjubkan yang membuat mereka bisa bertahan di padang pasir. Langit, gunung, bumi merupakan contoh maha karya yang saat ini kita dapat menilai kehebatannya. Pada saat ayat ini turun, pusat peradaban berada di sekitar Timur Tengah (Persia) dan Mediterania (Romawai, Mesir). Manusia belum memahami proses terjadinya makhluk hidup, langit, gunung dan bumi kecuali berdasarkan berbagai mitos belaka.

Inti dari ayat tersebut adalah menyuruh kita memperhatikan untuk memperoleh informasi, dengan informasi kita dapat melakukan sesuatu yang bermanfaat, oleh karenanya saat ini disebut sebagai abad informasi, bagaimanakah kita menghadapi dan menyikapinya?, sebab informasi yang tersebar membawa hal yang negatif dan positif pada diri kita.

Pada saat ini sarana untuk menyebarkan informasi semakin canggih, salah satunya internet. Sangat banyak orang maju wawasannya dengan keberadaan internet, disisi lain banyak juga yang terbawa arus tanpa mampu menfilter dengan pikiran yang sehat. saya mengutip artikel bpk Romi tentang pornografi menjelaskan bahwa :

Tahukah anda beberapa kenyataan ini?

  • Setiap detik, 3075,64 USD dibelanjakan untuk pornografi
  • Setiap detik, 28258 pengguna internet melihat situs pornografi
  • Setiap detik, 372 pengguna internet mengetikkan kata kunci yang berhubungan dengan pornografi di mesin pencari
  • Jumlah halaman situs pornografi di dunia saat ini mencapai 420 juta

Mencengangkan? Ya, dan juga sangat memilukan. Mengambil timing maraknya diskusi tentang rencana pemerintah melakukan filtering situs porno, ditambah gulung tikarnya beberapa komunitas situs porno karena diundangkannya UU ITE (meskipun sebenarnya UU ITE tidak secara eksplisit menyebut tentang pornografi), saya mencoba membahas topik pornografi di blog ini. Tulisan pertama akan membahas tentang analisa data dan statistik tentang pornografi di Internet.

Sebenarnya masalah pornografi Internet sudah sering saya bahas pada saat keluyuran ilmiah di berbagai kampus. Baik pada saat ngisi tema spesifik tentang pornografi atau tema umum tentang bagaimana Internet dimanfaatkan. Pada tulisan ini, saya mencoba meng-kompilasi dan meng-analisa data dari  tiga sudut pandang:Perilaku Pengguna InternetSitus Pornografi dan Industri Pornografi.

PERILAKU PENGGUNA INTERNET

Yang pertama, kita bahas masalah bagaimana sebenarnya perilaku pengguna Internet. Cukup menarik apa yang ditulis oleh Dr. Robert Weiss dari Sexual Recovery Institute di Washington Times tahun 2000. Weiss menyatakan bahwa:

Sex adalah topik no #1 yang dicari di Internet

Studi lain yang dilakukan oleh MSNBC/Standford/Duquesne menyatakan:

60% kunjungan internet adalah menuju ke situs sex (porno)

Data ini disempurnakan oleh publikasi dari The Kaiser Family Foundation yang menyatakan bahwa:

70% kunjungan pengguna Internet belasan tahun adalah menuju ke situs pornografi

BTW, saya jadi teringat penelitian yang dilakukan oleh teman-teman di  Kompetigi(Komunitas Penggiat Teknologi Informasi Kediri) Kediri. Perilaku pengguna Internet di Kediri juga tidak terlalu jauh berbeda dengan beberapa data diatas. Kompetigimenarik kesimpulan dari penelitian yang dibuat bahwa:

78 Persen Pelajar Kediri Datang Ke Warnet Untuk Buka Situs Porno

Berita diatas cukup menghebohkan dunia persilatan maya di Indonesia, meskipun sebenarnya kalau kita ikuti terus perkembangan pornografi di Internet sejak era tahun 1995, ya memang seperti itulah kondisinya :(

Penelitian lain yang dikeluarkan oleh TopTenReviews.Com menyatakan bahwa sebenarnya dominasi pengunjung Internet di Amerika justru orang berumur 35-44 tahun (26%).

SOLUSI

Pada saat ini kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi berkembang dengan pesat, terlalu berlebihan rasanya apabila kita katakan setiap detik selalu ada penemuan baru (inovasi) yang ditemukan oleh para teknokrat. Marilah kita tela’ah kembali firman Allah Swt dalam QS. Al Hujurat ayat 6 yang bunyinya:

6.  Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Untuk saat ini, pembawa informasi bukan hanya manusia, tetapi teknologi pun membawa informasi yang siap mendidik kita atau bahkan menghancurkan kita, oleh karena itu mari kita sikapi kata fatabayyanuu, pada kata tersebut terdapat fa lilamri atau fa untuk perintah, dimana Allah Swt memerintahkan kepada kita untuk memeriksa atau meneliti atau check and recheck terhadap perkembangan informasi. Sehubungan dengan kemajuan teknologi ada 3 hal yang perlu kita sikapi, antara lain:

  1. Menguasai perkembangan teknologi setidaknya sampai tingkat operator, karena informasi dapat mengalir melalui dunia maya atau internet yang ibarat onggokan sampah, apabila tidak terarah maka sampah apapun akan diambil dan digunakan padahal merusak moral siswa.
  2. Setelah menguasai, kita perlu memilah dan memilih informasi yang benar dan bermanfaat bagi kita, di dunia maya banyak pesantren online yang menyediakan wawasan keagamaan secara mendalam yang pada sisi lain pornografi pun mengintai moral siswa. Ibarat pisau bermata dua yang setiap saat kemungkikan menikam kita, untuk itu teknologi dan agama harus diimbangkan untuk menyaring informasi yang negatif
  3. Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang positif bagi kemajuan pendidikan dan agama. Sebaiknya tanpa ada paksaan dan himbauan dari siapapun datang dari kesadaran pribadi untuk memblokir komputer dari akses situs-situs tidak mendidik.
  4. Apabila informasi bersumber dari manusia, maka perlu meneliti apakah benar kabar yang disampaikan oleh orang tersebut, karena mungkin saja informasi yang disampaikan merupakan ajang untuk mengadudombakan antar sesama.

Berdasarkan sedikit uraian di atas mari kita sedikit dapat menyaring infomasi dari dunia maya, Dengan sedikit wawasan yang dimiliki mudah-mudahan kedepannya dapat mengembangkan lebih baik lagi dan gunakanlah internet untuk sarana dakwah. walaupun saat ini orang bertarget dengan kursus a, b,  c dan d untuk anak-anaknya. atau mengejar sekolah yang bertaraf internasional ataupun embel-embel apapun, yang penting tanamkan semangat keagamaan dari kecil dengan mendidiknya membaca al-qur’an dan shalat 5 waktu, baru menanamkan wawasan keduaniaan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s